Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Suara. com kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat total kematian akibat bunuh muncul lebih tinggi daripada objek meninggal akibat HIV,   malaria, kanker payudara, ataupun kematian akibat korban perang dan pembunuhan.

Data WHO pada 2019, lebih dari 700. 000 orang meninggal dunia karena bunuh diri. Artinya, satu dari 100 kematian disebabkan akibat pati padam diri.

Untu itu WHO mendorong agar setiap negara memiliki pedoman terbaru untuk mencegah pati padam diri.

“Kita tidak bisa dan tidak boleh melengahkan kasus bunuh diri. Setiap kasus bunuh diri adalah tragedi, mencegah bunuh diri adalah hal penting, ” ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari situs WHO.

Baca Serupa: WHO Kini Fokus Tekan Kasus Bunuh Diri yang Melonjak Gara-gara Covid-19

Dikatakan, risiko bunuh diri dan efek melakukan tindakan tersebut semakin meningkat sdi masa pandemi Covid-19, karena membuat banyak diantara kita harus berdiam diri di rumah, kehilangan pekerjaan, serta ancaman kesehatan lainnya.

Karakter muda usia 15 hingga 29 tahun, jadi bagian umur tertinggi yang melakukan bunuh diri. Bunuh muncul juga menjadi penyebab moralitas keempat setelah kecelakaan pada jalan, TBC, dan tindak kekerasan antar orang.

Bunuh diri juga lebih penuh dilakukan lelaki dibanding hawa. Jumlahnya 12, 6 persen dari 100. 000 adam bunuh diri, dan 5, 4 persen 100. 000 perempuan bunuh diri.

Sedangkan untuk perempuan, bunuh diri tertinggi terjadi pada yang berpenghasilan membuang ke bawah yakni tujuh, 1 persen dari 100 ribu orang.

Berdasarkan Kerajaan, tingkat bunuh diri paling banyak di Afrika secara persentase 11, 2 upah dari 100. 000 karakter.

Membaca Juga: Kejadian Covid-19 Terus Melonjak, WHO Desak Indonesia Terapkan PSBB Lagi

Benua Eropa 10, 5 persen daru 100. 000, dan Asia Tenggara 9, 0 tip dari 100. 000 karakter. Sedangkan angka bunuh diri terendah ada di daerah Mediterania Timur yakni 6, 4 persen dari 100. 000 orang.

Meski sejenis, tingkat bunuh diri turun dalam 20 tahun final sejak 2000 hingga 2019, sebanyak 36 persen.

Meskipun beberapa negara telah menempatkan pencegahan bunuh diri dalam agenda mereka, terlalu banyak negara yang tetap tidak berkomitmen.  

Saat tersebut hanya 38 negara dengan diketahui memiliki strategi pencegahan bunuh diri secara nasional.

Percepatan yang signifikan pada pengurangan bunuh diri diperlukan untuk memenuhi target SDG pengurangan sepertiga dalam level bunuh diri global dalam tahun 2030.

Catatan Redaksi:   Hidup seringkali sangat sulit dan menghasilkan stres, tetapi kematian tak pernah menjadi jawabannya. Bila Anda atau seseorang dengan Anda kenal sedang merasai masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila kontak dokter kesehatan jiwa pada Puskesmas atau Rumah lara terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo. com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula cetakan hotline Halo Kemkes pada 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi pada bidang kesehatan 24 jam.