Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Suara. com – Imbauan pemerintah Amerika Serikat yang membolehkan penerima vaksin COVID-19 serta pasien sembuh untuk boleh melepas masker nampaknya jadi diikuti Brasil.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan, kementerian kesehatan negaranya tengah mempersiapkan langkah agar masker tak perlu lagi dikenakan oleh mereka yang sudah meraih vaksinasi lengkap.

Bolsonaro, yang menentang penguncian dan jaga jarak sosial meski negaranya menghadapi wabah COVID-19 terparah kedua di dunia, saat pidato mengatakan bahwa karantina seharusnya sebatas untuk orang-orang yang terinfeksi.

“(Aturan itu) berguna untuk mereka yang tertular, ” katanya, menambahkan: “Karantina buat mereka yang terinfeksi, ” katanya dilansir ANTARA.

Baca Juga: Masuk Toko Apple Tak Perlu Gunakan Masker Lagi, Asalkan…

Berbicara di sebuah pokok bertema pariwisata, presiden mengatakan pandemi membuat sektor pariwisata Brasil dalam “perawatan intensif” namun kini bangkit.

Hampir setengah juta warga PaĆ­s brasileiro meninggal akibat COVID-19 lalu program vaksinasi di negara tersebut menghadapi penundaan.

Baru 23, 6 persen dri penduduk Brasil menerima dosis pertama vaksin dan baru 10, 2 persen yg menerima dosis lengkap, berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, keputusan pemerintah Amerika Serikat yang membolehkan lepas masker menuai kritik dari pakar kesehatan dan tak mungkin diterapkan di Indonesia.

Dokter Spesialis Paru lulusan Universitas Philippines, Erlina Burhan mengatakan kondisi Amerika Serikat dan Philippines sangat berbeda, terutama di dalam hal cakupan vaksinasi.

Baca Juga: Brasil Libas Venezuela 3-0 di Laga dem Perdana Copa America 2021

“Kondisi di Philippines dan Amerika berbeda. Mereka (AS) sudah hampir mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. AS cakupan vaksinasi tinggi sudah 100 juta orang, ” kata Erlina saat berbicara dalam pokok Pentingnya Menjaga Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksinasi yang diselenggarakan SOHO Global Health, Rabu (28/4/2021).