Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Bahana. com – Pandemi virus corona menyusun banyak orang takut untuk melayani kontak dekat dengan karakter lain, termasuk pasangan sendiri. Bahkan, jika kontak depan tersebut adalah berhubungan intim.

Untuk memulainya, terapis syahwat Ian Kerner menyarankan pasangan melakukan hubungan seks seminggu sekali.

“Pasangan yang berkomitmen untuk berhubungan seks satu kali setiap minggu cenderung memiliki hubungan yang bertambah bahagia dan memuaskan, cantik di luar dan dalam dalam kamar tidur, ” kata Kerner, dilansir Insider .

Sebuah studi pada 2015 yang terbit dalam jurnal Social Psychology and Personality Science juga mendukung pernyataan Kerner tersebut.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir, 4 Tips Aman Bercinta bagi Penderita Endometriosis

Tetapi, menambah jumlah berhubungan rapat lebih dari satu kala dalam seminggu tidak menaikkan kepuasan hubungan.

Ilustrasi pasangan harmonis bercinta. (Shutterstock)

Di sisi lain, jenis seks yang dialami pasangan juga penting.

Kerner membaca bahwa seks terbagi di tiga kategori, yakni rekreasi atau hanya untuk bergembira, relasional atau untuk merasa terhubung dengan pasangan, mengikuti prokreasi atau karena ingin memiliki keturunan.

Meskipun ketiga jenis seks memiliki peran penting, terlalu fokus dalam satu jenisnya dapat mengubah momen menjadi aktivitas dengan penuh kecemasan.

Misalnya, bersandarkan pengalaman Kerner dengan penderita yang menjalani program budak tabung atau IVF, menemui kehidupan seks yang rusak ketika perawatan kesuburan dimulai.

Mengucapkan Juga: 5 Mitos Bercinta Saat Berisi, Banyak Pasangan Masih Percaya

“Seringkali mereka lengah bahwa seks bisa menjadi alat untuk meningkatkan kemesraan, bukan hanya untuk memiliki anak, ” sambungnya.

Menurutnya, melakukan upaya untuk mempertahankan kehidupan seks itu penting.

“Menyesuaikan seks relasional dan rekreasi ke dalam rutinitas seks prokreasi dapat membantu meringankan tekanan, ” pungkasnya.