Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com semrawut Umumnya di setiap orang akan menerima besar dosis vaksin Covid-19 biar memiliki perlidungan yang optimal. Tapi, baru-baru ini pengkaji mengatakan bahwa mungkin menetapkan vaksin booster untuk membela kemanjuran vaksin COVID-19 yang lebih lama

“Sudah kira-kira lima bulan sejak dimulainya vaksinasi di India. Semua orang melihat ke pedoman pemerintah, dokter dan sarjana jika mereka aman atau mereka membutuhkan dosis booster untuk membuat diri mereka aman. Ini adalah pertanyaan penting dan kami mempunyai banyak penelitian di India dan luar negeri tercatat AS dan negara-negara Eropa, ” kata Dr Sanjeev Sinha, Profesor di Departemen Kedokteran di AIIMS Delhi kepada ANI.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

“Kami akan memiliki data lain juga dalam dua-tiga bulan. Kemudian kita akan dapat memutuskan jumlah booster. Semuanya akan didasarkan pada penelitian. Ada kurang pekerjaan yang sedang dilakukan pada dosis booster dalam AIIMS juga, ”tambahnya.

Dr Sinha mengatakan bahwa 3 vaksin – Covishield, Covaxin, dan Sputnik V- telah diizinkan untuk digunakan pada negara tersebut melawan Covid-19.

Menyuarakan Juga: Dorong Tarik Rem Darurat, Pimpinan DPRD DKI: Nanti Tidak Punya Uang Danai Kesehatan

Dia mengatakan negeri mengambil keputusan untuk memajukan kesenjangan antara dua dosis Covishield setelah sebuah penelitian diterbitkan dalam jurnal medis terkemuka.

Dr Sinha mendesak orang untuk terus berhati-hati terhadap COVID-19 dan tidak berpuas diri karena total kasus baru telah turun.

“Ini adalah waktu dengan sangat krusial. Seseorang kudu sangat berhati-hati. Orang-orang harus mengikuti perilaku yang pantas dengan COVID dan hanya boleh keluar dari vila mereka jika benar-benar diperlukan. Lebih baik jika karakter dapat bekerja dari rumah. Kalau wajib (ke kantor), maka hindari makan siang bersama, ” imbuhnya.