Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Bahana. com – Sebuah studi baru menjumpai risiko pemakaian masker N95 yang kurang pas bisa meningkatkan penularan virus corona Covid-19, dibandingkan penggunaan kedok yang ukurannya pas.

Para peneliti di University of Cincinnati di AS memakai CT scan dari 3 masker wajah berukuran berbeda yang dipasang pada tiga kepala boneka dengan ukuran berbeda untuk mengukur senggang antara wajah dan kedok.

Kemudian, para peneliti menghitung peluang virus corona Covid-19 menyebar & menular ke orang asing melalui celah masker yang ukurannya tidak sesuai.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports ini menjumpai bahwa masker N95 dengan ukurannya tidak pas di dalam wajah akan memiliki celah yang cukup luas pada sekitar wajah. Hal ini akan mengurangi efektivitasnya dalam mencegah penularan virus corona Covid-19.

Baca Juga: Isu Kebocoran Lab Hidup Lagi, G7 Dorong WHO Cari Asal Usul Virus Corona Covid-19

“Banyak orang tidak menyadari kalau ukuran masker wajah mampu berbeda-beda. Ada berbagai bentuk wajah dan ukuran kedok yang berbeda, ” kata pendahuluan Rupak Banerjee, seorang profesor di Departemen Teknik Pesawat dan Material UC dikutip dari Health Shots.

Ilustrasi masker N95. (Unsplash)

Kalau Anda memilih masker yang ukurannya tidak sesuai dengan wajah, maka akan tersedia banyak celah di kira-kira wajah yang meningkatkan efek infeksi dan penularan virus corona ke atau dari orang lain.

Rupak Banerjee pun berkolaborasi dengan bekas mahasiswanya, termasuk lulusan UC Prasanna Hariharan yang hidup untuk Badan Pengawas Obat dan Makanan AS di melakukan penelitian tersebut.

Para peneliti memakai tiga masker wajah N95 dengan ukuran berbeda bersama-sama dengan tiga kepala manekin dengan ukuran standar. Berdasarkan CT scan, menunjukkan adanya kesenjangan antara masker dan wajah setiap orang dengan menyebabkan celah cukup besar di sekitar wajah.

Kemudian, mereka menghitung laju cucuran udara melalui celah untuk mengidentifikasi risiko infeksi virus corona relatif tinggi ataupun tidak untuk setiap kedok di setiap wajah.

Baca Selalu: Vaksin Covid-19, Mungkinkah Vaksin Nasal Lebih Efektif dari Vaksin Suntikan?

Risiko penyebaran aerosol virus corona Covid-19 menggunakan celah antara wasker serta wajah yang tidak pas itu antara 30 hingga 95 persen. Para peneliti juga menemukan bahwa jarak antara masker dan paras kemungkinan besar terjadi di arah hidung, akibat ukuran tak simetris.

Studi tersebut menemukan bahwa masker wajah yang tidak dipasang dengan betul dapat melipatgandakan risiko infeksi virus corona bagi pemakainya dan orang-orang di sekitarnya.

“Banyak orang tidak menjalankan masker dengan benar, jadi tanpa disadari tetap tersedia celah di bagian hidungnya, ”kata Banerjee.

Namun, interpretasi bahwa celah antara masker dan wajah sering berlaku bagian hidung ini mampu membantu orang lebih menggubris ukuran maskernya ketika mengambil dan memakai, ” sebutan para peneliti.