Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Suara. com – Kita dapat menghindari infeksi menular seksual (IMS) selama mengenai intim dengan mengggunakan kondom. Tapi, bagaimana jika saat kita berciuman? Dapatkah relasi fisik ini menyebabkan IMS?

Jawabannya, ya. Anda mampu terkena infeksi menular erotis dari sekadar berciuman saja.

“Ada IMS yang dapat menyebar melalaikan kontak seksual dan nonseksual, misalnya ciuman, ” sebutan Martha Rac, asisten profesor kebidanan dan ginekologi pada Baylor College of Medicine.

Secara umum, dokter mengatakan Anda lebih berisiko tersentuh jika melakuan ciuman menyakitkan ke mulut. Namun, ada beberapa jenis IMS dengan juga dapat ditularkan secara mencium pipi, kepala, apalagi, mata.

Baca Juga: Kecup Mesra Mauro Icardi, Wanda Nara Beberkan Laba Ciuman

Menyadur Health , beserta beberapa jenis IMS yang dapat ditularkan melalui ciuman:

Ilustrasi sepadan kekasih berciuman (Shutterstock)

1. Herpes Mulut (HSV-1)

Herpes disebabkan oleh virus herpers simpleks tipe satu (HSV-1) dan herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Sentral Pengendalian dan Pencegahan Aib AS (CDC) mengatakan herpes mulut biasanya disebabkan oleh HSV-1.

HSV-1 dapat menyebabkan luka tebal telinga (juga dikenal sebagai betok demam) di atau kira-kira mulut, atau tanpa petunjuk sama sekali.

Kebanyakan karakter yang memiliki HSV-1 terinfeksi saat masih anak-anak atau remaja dari kontak nonseksual dengan air liur.

Baca Serupa: Foto Ciuman Dimas Beck dan Nikita Mirzani Bikin Riuh

“Risiko penularan terbesar adalah ketika lesi aktif, ataupun luka dingin di mulut, muncul, ” jelas Rac.

2. Herpes Genital (HSV-2)

HSV-2 biasanya menyebabkan herpes genital, tetapi juga dapat menyebabkan herpes mulut.

“Kadang-kadang jika Anda melakukan seks oral, Kamu bisa terinfeksi HSV-2 dalam sekitar mulut, ” ujar Christine Greves, ob-gyn dalam Winnie Palmer Hospital for Women & Babies dalam Orlando, Florida.

Meski begitu, HSV-2 lebih jarang menular melalui ciuman dibanding HSV-1.

3. Cytomegalovirus atau CMV

Cytomegalovirus merupakan kelompok virus herpes yang dapat menginfeksi dan bertahan di awak manusia dalam waktu lama.

Virus ini secara istimewa dapat ditularkan melalui minuman mani dan cairan tubuh lainnya, seperti urin, darah, air mata, dan ASI.

“Tetapi risiko penularan terbesar adalah kontak dengan tirta liur orang yang bergejala, ” ungkap Rac. Siap, jika Anda mencium karakter yang terinfeksi virus ini, kemungkinan besar Anda pula akan tertular.

Meski kebanyakan orang tidak memiliki tanda atau gejala apa pula, CMV dapat menyebabkan demam, sakit tenggorokan, kelelahan, dan kelenjar bengkak.

4. Sifilis

Ini ialah IMS yang dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan luka sifilis. Luka ini dapat ditemukan di sekitar penis, vagina, anus, rektrum, bibir atau mulut.

Gejala bergantung pada seberapa parah infeksi, namun juga bisa berupa luka keras, bulat, dan tidak nyeri di tempat infeksi.

Ruam kulit kelenjar getah bening bengkak dan demam juga dapat menjadi kode sifilis.

“Meski dapat terjadi, sifilis oral sangat kurang terjadi, ” pungkas Greves.