Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Suara.com – Dewan Pakar Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS menyatakan bahwa testing secara acak perlu untuk dilakukan terutama di masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Menurutnya, testing acak bisa membuat warga enggan keluar rumah. 

“Selain peran masyarakat, sebenarnya ada hal pararel yang harus dilakukan [pemerintah], yaitu testing, tracing, dan treatment dalam hal ini pemerintah punya peranan,” kaya Dr Hermawan dalam  Dialog Rabu Utama Pagi di Media Center KPCPEN, Rabu (7/7/2021).

“Tapi sekarang kebalik bukan lagi testing, tracing, dan treatment tapi sekarang kebalik treatment, tracing, testing,” imbuhnya. 

Dokter Hermawan menyarankan untuk adanya testing Covid-19 yang dilakukan secara random dan masif. Misalnya, untuk kasus aktif 333 ribu maka testing yang harusnya dilakukan harus mencapi paling tidak 900 ribu.

Baca Juga: Polda Bali Ancam Tutup Akun Medsos Posting Info Buruk PPKM Darurat

Kemudian untuk membuat warga lebih enggan keluar rumah, testing secara random bisa dilakukan di tempat-tempat yang sering mengundang kerumunan. 

Arsip Foto. Petugas kesehatan mendata warga yang hendak menjalani pemeriksaan antigen untuk mendeteksi penularan COVID-19 di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. [ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung]

“Anggaplah setiap sudut-sudut keramaian publik ada random testing tuh dilakukan, itu akan membuat mereka otomatis segan keluar rumah sebab masyarakat kita itu tipe yang enggan untuk diperiksa,” kata dokter Hermawan. 

“Kalau masyarakat tahu di situ ada posko random testing lalu ketahuan positif mereka akan dipisahkan dengan keluarga, nah ini cara-cara komunikasi yang sebenarnya bisa memaksimalkan fungsi testing, tracing, dan treatmen yang juga dikampanyekan dengan ppkm darurat ini,” imbuhnya. 

Menurutnya posko random testing bisa menjadi bagian dari trik untuk menertibkan masyarakat. Selain ini testing juga memang sangat diperlukan sebab dalam kondisi wabah, setiap orang perlu dicurigai telah terpapar. 

“Semua orang harus dicurigai terpapar, hanya persoalaan testing saja yang bisa membuktikan orang itu positif atau negatif,” tambah dokter Hermawan. 

Baca Juga: Tiga Daerah di Kepulauan Riau Ditetapkan Sebagai Zona Merah Covid-19