Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com porakporanda Dokter lintas batas atau Médecins Sans Frontières (MSF) meminta perusahaan farmasi BioNTech, untuk cepat dan secara terbuka membagikan vaksinnya teknologi dan wawasan dengan produsen yang mampu di negara berkembang.

Peristiwa itu menjadi penting untuk membantu meningkatkan produksi vaksin penyelamat bagi negara-negara yang masih menunggu pasokan dengan cukup.

Serupa diketahui, BioNTech baru-baru tersebut mengumumkan akan mendirikan pabrik vaksin di benua Afrika selama 4-5 tahun ke depan. Pembangunan itu dinilai harus berjalan seiring dengan perusahaan yang segera membagikan teknologi dan resepnya dengan produsen yang siap untuk mulai memproduksi sekarang.

“Kita menghadapi ketidakadilan akses vaksin besar-besaran di seluruh negeri untuk Covid-19. Namun zaman ini, beberapa negara memiliki kapasitas produksi yang sanggup digunakan untuk memproduksi vaksin mRNA untuk membantu meringankan ketidakseimbangan yang mematikan tersebut, ” kata Lara Dovifat, Penasihat Kampanye dan Pembelaan untuk Kampanye Akses MSF.

Menyuarakan Juga: Mengenal Lebih Dekat Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinopharm

Lara melanjutkan untuk mampu melakukannya, butuh perusahaan farmasi seperti BioNTech dan perusahaan lain yang membuat vaksin mRNA untuk berbagi teknologi dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk membuat vaksin itu.

“Semakin cepat perusahaan berbagi pengetahuan, semakin cepat kita dapat mengakhiri pandemi itu dan lebih siap menghadapi masa depan dengan kapasitas produksi yang lebih terdistribusi secara global, termasuk dalam selatan global. ”

Teknologi vaksin mRNA dalam vaksin Pfizer-BioNTech adalah pilihan dengan menguntungkan untuk digunakan dan diproduksi di negara berkembang.

Vaksin tersebut dapat disimpan pada suhu lemari es standar selama satu bulan, sangat mudah beradaptasi dengan varian mutakhir. Selain itu, vaksin tersebut juga dapat diproduksi di lokasi yang lebih kecil tanpa dengan biaya yang relatif rendah.

Pengalaman dengan Moderna serta BioNTech sejauh ini sudah menunjukkan bahwa transfer teknologi vaksin mRNA tersebut (ke produsen yang mereka pilih) masing-masing telah memakan waktu antara 5 dan 8 bulan.

Suatu botol vaksin Pfizer buat Covid-19 di sebuah sendi sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]

Situasi itu menunjukkan bahwa cukup layak untuk berbagi wawasan vaksin dan menyiapkan produksi dengan relatif cepat.

Baca Juga: Cara Jadwal Vaksin COVID-19 di Kota Tangerang Lewat Online, Gampang Tak Pakai Antre

Dalam pemetaan awal, MSF menemukan bahwa saat itu, beberapa perusahaan di negeri Afrika dapat memproduksi vaksin mRNA. Langkah itu mampu dilakukan jika semua teknologi dan pengetahuan yang diperlukan dibagikan dan dukungan finansial dan teknis yang diperlukan disediakan.